fskn-aceh

Home » Uncategorized » Malam Pengukuhan TPHD FSKN Aceh

Malam Pengukuhan TPHD FSKN Aceh

TPHD FSKN ACEH sedang membacakan janji setia terhadap FSKN dan pelestarian Adat, Budaya dan Sejarah.

Bertepatan dengan momentum hari Pahlawan pada Minggu 10 November 2013, bertempat di Hermes Palace Hotel Banda Aceh, telah berkumpul puluhan Raja-raja yang berasal dari berbagai daerah di Nusantara termasuk dari perwakilan ahli waris raja-raja di Aceh seperti dari Aceh Selatan, Nagan Raya dan berbagai daerah lainnya sebagaimana sejarah mencatat bahwa tidak kurang dari 101 kerajaan yang pernah ada di Aceh. pada malam hari tersebut dilangsungkan Deklarasi dan Pengukuhan Tim Pengurus Harian Daerah (TPHD) Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) Aceh.

turut hadir dalam event akbar tersebut diantaranya delegasi FSKN dari berbagai daerah seperti Solo, Sumatra Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Bali, NTB, Brunei Darussalam, Singapura dan dari perwakilan kerajaan nusantara lainnya. Hadir dan turut memberikan sambutan yaitu Wakil Walikota Banda Aceh Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal. serta seluruh keluarga besar kebangsawanan Aceh yang terhimpun dalam FSKN Aceh. jumlah seluruh tamu dan undangan mencapai 150 orang.

Dalam event yang diberi tema “Melupakan Sejarah Sama Dengan Menghapus Identitas” mendapat banyak apresiasi dari berbagai kalangan seperti sejarawan dan budayawan, karena diharapkan FSKN mampu berperan sebagai wadah pemersatu Aceh, pelestari sejarah dan adat Aceh. acara yang dimulai dengan Pembacaan Ayat Suci Alquran, juga dilanjutkan dengan Menyayikan Lagu Indonesia Raya serta mengheningkan cipta atas jasa para pahlawan, kemudian Pengukuhan Ketua TPHD FSKN Aceh “T. Raja Keumangan” oleh Ketua FSKN Pusat “Panembahan Agung Sinuhun Tedjowulan”.

T. Raja Keumangan, SH, MH selaku Ketua TPHD FSKN Aceh yang baru saja dikukuhkan pada malam tersebut mengaku sangat terharu atas antusiasme seluruh Tamu, Undangan dan Peserta yang hadir pada acara tersebut, dalam berbagai perjalanannya keberbagai wilayah di Aceh untuk bersilaturahmi dan berbagi gagasan akan wadah FSKN sebagai pemersatu kebangsawanan Aceh, mendapat banyak dukungan serta harapan, Ia menganggap itu semua merupakan wujud kerinduan akan persatuan para ahli waris “Raja-raja” di Aceh, karena dahulu, hari ini dan selamanya kita (Aceh) satu dan bersaudara.

Selanjutnya Ketua FSKN Aceh juga menyampaikan, mengapa memilih tanggal 10 November 2013 (Hari Pahlawan) sebagai hari pengukuhan TPHD Aceh, tidak lain untuk mengingatkan kita kembali kepada sejarah perjuangan orang tua kita, kakek kita dan indatu kita khususnya di Aceh seperti Sultan Iskandar Muda, Teuku Umar, Cut Nyak Dhien, Tgk Chik di Tiro Muhammad Saman, Cut Mutia, T. Nyak Arif, Dr.Mr.T. Muhammad Hasan (yang telah ditetapkan sebagai pahlawan Nasional), Panglima Polim dan banyak lagi tokoh bangsawan dan tokoh Ulama Aceh yang dengan ikhlas dan rela mengorbankan nyawa sekalipun dalam perjuangan membela Agama Islam dan merebut kemerdekaan Indonsia pada tanggal 17 Agustus 1945, di sisi lain para Bangsawan pejuang ini pun rela dan ikhlas tidak lagi menjadi Raja atau Ulebalang atau menjadi pemimpin di era kemerdekaan, karena para Bangsawan ini bangga hanya menjadi “sebutir buih di atas gelombang besar revolusi kemerdekaan” yang telah berhasil menjadikan NKRI sebagai Negara besar yang berdaulat dan disegani serta dihormati oleh bangsa-bangsa lain dimuka bumi ini.

Dijelaskan pula bahwa secara khusus FSKN-Aceh sebagai wadah untuk mempererat kembali hubungan silaturahmi sesama kaum bangsawan dan antara bangsawan dengan Ulama seperti pada masa kejayaan Iskandar Muda yang terkenal dengan falsafah hidup “Adat bak Poteu Meureuhom, Hukom bak Syaih Kuala” yang artinya; Sultan (Umara) mengurus hukum adat/pemerintahan sedangkan Ulama bertugas menegakkan hukum menurut syariat agama Islam. Jadi kita jangan melupakan sejarah karena sesuai dengan tema acara ini “Melupakan Sejarah Sama Dengan Menghapus Identitas” dan Bung Karno pernah mengingatkan kita agar sekali-kali jangan melupakan sejarah (Jas Merah) dan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa pahlawannya.

Di akhir sambutannya, Ia mengkarapkan kepada seluruh komponen rakyat Aceh terutama yang mulia saudara-saudara keturunan bangsawan Aceh yang melekat panggilan atau sebutan; Tuanku, Raja, Reje, Teuku, Ampon, Pocut/Cut, atau sebutan lainnya dan para tokoh yang tergabung dalam dewan pakar FSKN-Aceh untuk bersatu, saling bekerja sama membangun Aceh ke arah terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera menuju negeri yang Baldatun Thoibatun Warabbul Ghafur. Dan kalaupun ada perbedaan di antara kita adalah hal yang biasa di alam demokrasi, asalkan jangan karena perbedaana dapat merusak tali silaturahim dan ukhuwah islamiyah di antara kita, seperti kata pepatah “Memang benar tiada gading yang tidak retak, tapi janganlah retak piring membawa pecah”

Usai sambutan dari Ketua TPHD FSKN Aceh, dilanjutkan dengan sambutan dan arahan dari Wakil Walikota Banda Aceh, sambutan dari Pangdam IM (diwakilkan oleh Staf Ahli), lalu ditutup dengan Penyerahan Cinderahati kepada tamu (Delegasi FSKN), Doa dan Pentas Seni. Begitulah acara deklarasi dan pengukuhan TPHD FSKN Aceh yang berlangsung dengan khidmat dan sukses, jika tidak ada aral melintang direncanakan pada awal Desember nanti rombangan FSKN Aceh yang tidak kurang dari 100 orang direncanakan akan bertolak ke Jakarta dengan mencarter pesawat komersial guna memenuhi undangan FSKN Pusat dan Pemko DKI Jakarta yang akan mengelar event internasional yaitu Festival Raja-raja Sedunia, namun disampaikan oleh panitia bahwa saat ini yang terpenting adalah konsolidasi. Sekalipun acara telah berakhir pada pukul 23.00 WIB namun para undangan dan tamu masih asik terlibat perbincangan dan saling bersilaturahmi sampai pukul 24.00 WIB.

Kesokan harinya para tamu yang berasal dari luar negeri dan daerah, disponsori oleh Pemko Banda Aceh, melakukan kunjungan wisata bersejarah Aceh seperti berziarah ke Makam Sultan Iskandar Muda (Baperis), Rumoh Aceh, Museum Aceh, Putro Phang, Gunongan, Museum Tsunami dan lainnya dan malam harinya dijamu makan oleh Pemko Banda Aceh (diwakili oleh asisten II, Bapak Ramli Rasyid) di Banda Seafood Ulelheu). Dan esok hari seluruh tamu yang berasal dari luar daerah kembali pulang setelah berada di Kota Banda Aceh kurang lebih  3 hari lamanya.

Forum Silaturahmi Keraton Nusantara, disingkat dengan FSKN merupakan sebuah Organisasi Kemasyarakatan (Orkemas) yang didirikan melalui akte Notaris Inne Kusumawati, S.H Nomor 5 Tanggal 24 April 2006, dan terdaftar di Depdagri Nomor 92/D.III.3/VIII/2008. FSKN berasaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945). Sifat Organisasi ; FSKN merupakan lembaga non profit yang bersifat kekeluargaan yang memiliki perhatian pada bidang adat, tradisi, seni dan budaya masyarakat.

Bentuk Organisasi ; FSKN berbentuk perserikatan dari para Raja, Sultan, Penglingsir dan Pemangku Adat, senusantara yang memiliki cita-cita dan tujuan yang sama sesuai dengan anggaran dasar FSKN. Semua anggota FSKN memiliki kedudukan yang sama dan setara.  FSKN-ACEH merupakan wadah pemersatu keturunan Bangsawan Aceh yang melekat panggilan atau sebutan : Tuanku, Raja, Reje, Teuku, Ampon, Pocut/Cut, atau sebutan lainnya, dan para Ulama/Said/Tokoh/Pakar, untuk berjuang bersama mewujudkan Aceh menjadi Negeri yang Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur. Sebagaimana Visi FSKN Aceh yaitu : “Aceh Menuju Negeri yang Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur”.  Dan Misinya : “Terwujudnya Pelestarian Adat, Tradisi, Seni dan Budaya sebagai jati diri bangsa dalam bingkai syariat islam dan bhineka tunggal ika”.

Berikut adalah Slide Show Foto Pengukuhan TPHD FSKN Aceh


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: