fskn-aceh

Home » Uncategorized » Delegasi Aceh Dalam Pegelaran Agung Keraton se Dunia

Delegasi Aceh Dalam Pegelaran Agung Keraton se Dunia

Ketua TPHD FSKN Aceh foto bersama dengan Gubernur DKI Jakarta saat welcome dinner

Rabu sore tanggal 4 Desember 2013 seluruh delegasi Aceh yang berjumlah 40 orang ahli waris kerajaan-kerajaan Aceh, tiba di Bandara Soekarno Hatta dengan selamat, rangkaian acara Pegelaran Agung Keraton se Dunia (World Royal Heritage Festival) dimulai dengan Jamuan makan malam (welcome dinner) oleh Gubernur DKI Jakarta Bapak Joko WIdodo di Hotel Borobudur Jakarta para peserta yang merupakan ahli waris Raja/Sultan/Penglingsir dan lain sebagainya dari berbagai daerah dan negara terlihat sangat senang karena melalui event internasional ini mereka dapat bertemu dan bersilaturahmi, keanekaragaman budaya peninggalan leluhur terlihat sangat indah.

Esok harinya (5 Desember 2013) pagi hari baru dilaksanakan opening ceremony dimana setiap perwakilannya memperkenalkan diri dan sedikit memberikan sambutan singkat. Kemudian acara dilanjutkan dengan seminar yang mengambil tema “Sumbangan peradaban nusantara terhadap peradaban dunia masa depan” hadir sebagai narasumber diantaranya : Prof. Meutia Hatta dan Dr. Tony Rudyansjah dari Universitas Indonesia, Hunzir Hood dari FSKN Kepulauan Riau, Pai Nope dari FSKN NTT, Dr. Ir. Kray Naniek Widayati MT. Ars Sekjen FSKN Pusat, Mahyudin Al Mudra dan Rama Djati Kusuma dari FSKN Jawa Barat, Prof. Kancung Marijan Ph.D dan Prof. Dr. Njaju M.T. Hardjatno, MA, dari Lemhamnas, serta Perwakilan Bapenas juga Unesco. Sementara di tempat yang lain juga sedang dipersiapkan pemeran benda-benda pusaka dari setiap Kerajaan-kerajaan dunia untuk itu dari delegasi Aceh yang dipimpin oleh T. Raja Keumangan, SH, MH. Selaku Ketua TPHD FSKN Aceh telah mempersiapkan sejumlah benda pusaka khususnya senjata-senjata ciri khas Aceh, acara lainnya juga yang akan diikuti seperti festival penganan nusantara maupun kirab budaya sebagai puncak acara pada tanggal 8 Desember 2013 di Monumen Nasional (Monas).

Antusiasme delegasi asal Aceh terlihat bersemangat dalam mengikuti event berskala internasional ini, Ketua TPHD FSKN Aceh menyampaikan bahwa sunguh event-event seperti ini telah menginspirasi dan memotovasi kami untuk terus berupaya menjaga dan melestarikan budaya para leluhur kita, mengali nilai-nilai positif dari masa lalu dan mengaktualisasikannya dimasa ini, karena sunguh kita sedang menghapus identitas jika sejarah ditinggalkan.

Mie Aceh favorit di festival kuliner
Kurang dari satu jam 10 Kg Mie Aceh habis diserbu para pengunjung festival kuliner yang diselengarakan oleh Pemprov DKI Jakarta di Monas yang merupakan bagian dari rangkaian Pagelaran Agung Keraton se-Dunia (World Royal Heritage Festival). Pada mulanya panitia hanya menyiapkan 30 Kg Mie yang akan dimasak, namun hanya dalam waktu 2 jam kami telah kehabisan mie sehingga kami kembali menambahnya, panitia tidak menduga bahwa akan mendapat respon yang sangat luar biasa dari para pengunjung. Kebanggaan lainnya juga datang dari stand pameran Aceh yang sudah berlangsung dua hari di museum/basement Monumen Nasional (Monas), para pengunjung cukup antusias dengan stand Aceh yang menampilkan benda-benda pusaka seperti ragam pedang dan rencong Aceh, kerajinan tanggan dan lain sebagainya.

Disela-sela kesibukan delegasi Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) Aceh, mampu menyempatkan untuk memenuhi undangan jamuan makan siang dari tokoh asal Aceh (Senator Aceh) yaitu Dr. Ahmad Farhan Hamid, MS, yang juga menjadi Wakil Ketua MPR RI, turut dijelaskan mengenai profil singkat dari FSKN oleh Ketua TPHD FSKN Aceh yaitu sebagai salah satu Organisasi Masyarakat yang dibentuk pada tahun 2006, FSKN bersifat nasional bahkan nusantara, keanggotaan FSKN terdiri dari unsure ahli waris Raja-raja se Nusantara, spirit FSKN murni sebagai upaya pelestarian adat istiadat, budaya maupun sejarah, melalui upaya ini kami berupaya memberikan kontribusi dibidang pariwisata. Diakhir jamuan makan, T. Raja Keumangan, SH, MH, selaku Ketua TPHD FSKN Aceh memberikan cinderamata kepada Dr. Ahmad Farhan Hamid, MS, sebagai ungkapan rasa terimakasih.

Kirab Budaya
Monumen Nasional (Monas) sejak pagi hari telah dipenuhi oleh puluhan ribu pengunjung maupun wisatawan yang ingin menyaksikan puncak acara Pagelaran Agung Keraton se Dunia (world royal heritage festival) yaitu kirab budaya. Event internasional tersebut diikuti oleh 165 keraton nusantara, 10 Kerajaan Mancanegara, 80 Kereta Kencana dan 1000 Atraksi Seniman., termasuk Aceh yang diikuti oleh ahli-ahli waris kerajaan-kerajaan di Aceh. Kirab budaya tersebut dilepas oleh Gubernur DKI Jakarta Bapak Joko Widodo selaku tuan rumah, para peserta dilepas pada pukul 15.00 WIB dengan membunyikan pentongan serta seluruh alat-alat musik daerah sebagai tanda start, seluruh peserta mengelilingi monas dengan menaiki kereta kencana maupun yang berjalan kaki dengan rute Jl. Medan Merdeka Utara, Jl. Medan Merdeka Barat, Jl. Medan Merdeka Selatan dan berakhir di Jl. Silang Merdeka Tenggara, sekalipun diakhir acara tersebut sempat diguyur hujan ringan namun tidak mengurangi antusiasme peserta dan penonton.

Ikut dalam kirab tersebut juga para seniman-seniman yang juga menampilkan atraksi-atraksi seninya yang memukau penonton, termasuk pula Aceh yang menampilkan Rapai Geleng, Serune Kale dan Aksi Debus yang mengundang decak kagum, para penampil kesenian Aceh merasa sangat senang atas antusiasme penonton yang selalu mengerumuni aksi mereka bahkan para penguna jalan juga sempat menyaksikan aksi mereka, terpantau oleh kami bahwa sejumlah busway sempat berhenti untuk menyaksikan aksi kesenian Aceh.
Kirab budaya tersebut selesai pada pukul 17.30 WIB. Yang kemudian dilanjutkan jamuan perpisahan (farewell dinner), sekaligus closing ceremony di Monas yang dikemas dengan sangat apik, sambutan Gubernur DKI Jakarta diwakilkan oleh Deputi Budaya dan Pariwisata Provinsi DKI Jakarta, Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, SH, M.Si, yang dalam inti sambutannya, bahwa seluruh rangkaian acara pagelaran agung keraton se dunia yang pertama di dunia Alhamdulillah telah selesai dengan sukses, disampaikan juga bahwa Pemprov DKI telah mengagendakan event ini sebagai even dua tahunan sehingga diharapkan kedepannya akan berlangsung dengan lebih baik lagi.

T. Raja Keumangan SH, MH selaku Ketua TPHD FSKN Aceh yang memimpin delegasi Aceh turut menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan membantu delegasi aceh dalam event bergengsi tersebut. Alhamdulillah pada hari senin 9 Desember 2013 rombongan delegasi Aceh telah kembali pulang ke daerah masing-masing.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: